10 Mitos Seputar Pengusaha

10 Mitos Seputar Pengusaha



Menjadi seorang pengusaha merupakan hal yang menjadi idaman kebanyakan orang. Lagipula, siapa yang tidak ingin menjadi bos setidaknya sekali dalam hidup mereka? Namun, banyak orang selalu menunda untuk membangun kerajaan bisnis mereka, utama nya karena mereka mempercayai begitu banyak mitos mengenai kewiraswastaan.

Banyak sekali mitos mengenai pengusaha yang mungkin patut untuk Anda periksa saat Anda hendak memulai sebuah bisnis. Berikut adalah 10 Mitos terbesar mengenai menjadi seorang pengusaha.

1. Wiraswasta adalah Satu - satunya Cara Menjadi Kaya

Ini tidak lah benar. Memang, orang terkaya di suatu negara umum nya seorang pengusaha atau anggota keluarga dari pengusaha, dan sebagian besar dari jutawan bekerja sendiri. Tapi bukan berarti kalau mereka sedari awal sudah bekerja sendiri.

Banyak dari para pengusaha ini bekerja untuk suatu perusahaan sebelum membangun usaha mereka sendiri.

Kenyataannya, tidak ada data atau logika yang mendukung pernyataan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang lebih baik dalam menghasilkan uang atau menjadi lebih kaya dengan membuka usaha sendiri. Dan pemikiran seperti itu adalah sebuah kekeliruan.

2. Butuh Uang untuk Menghasilkan Uang

Ini mungkin adalah mitos tertua mengenai pengusaha. Hal pertama yang di ucapkan seorang pesimis ketika di hadapkan dengan pengusaha sukses adalah bahwa mereka sukses karena warisan/memang kaya/dsbnya. Faktanya, dunia ini penuh dengan pria dan wanita yang memulai tanpa modal besar.

Banyak pengusaha memulai bisnis nya di tengah - tengah kesulitan keuangan dan hanya mendapatkan banyak uang setelah perusahaan mereka berhasil.

3. Persentase Kegagalan Sangat Tinggi

Statistik menunjukkan bahwa 95% usaha gagal dalam 5 tahun pertama, dan 95% dari yang berhasil bertahan akan gagal 5 tahun kemudian.

Karena itu, dengan melihat dari statistika, kesimpulan yang di ambil adalah persentase kegagalan sangat tinggi. Namun, kesuksesan Anda sebagai seorang pengusaha sudah seharusnya tidak di tentukan oleh angka - angka. Statistika ini hanya angka.

Apa yang menentukan kesuksesan Anda adalah prestasi Anda, bukan statistik dan kemungkinan.

Pada setiap aspek kehidupan, baik usaha, kuliah atau olahraga, jumlah orang yang gagal akan selalu lebih banyak di bandingkan yang berhasil. Semakin besar hadiah nya, semakin kecil jumlah orang yang berhasil mencapai nya. Karena itu, amat normal untuk memiliki persentase kegagalan yang besar dan persentase keberhasilan yang kecil.

Tugas Anda sebagai pengusaha adalah bekerja menuju ke arah 1% pengusaha yang sukses dan belajar bagaimana menjadi 1% tersebut, dan untuk tidak menjadi salah satu dari 99% yang gagal. Belajar dari mereka yang berhasil, dan Anda pasti akan berada di jalur yang tepat menuju 1% yang berhasil.

4. Wiraswasta Membuat Anda Lebih Puas dan Bahagia

Setiap orang menikmati melakukan pekerjaan bagus yang bisa mereka banggakan. Dan Anda bisa melakukan pekerjaan tersebut di perusahaan besar, perusahaan kecil, atau perusahaan Anda sendiri. Kepuasan tidak ada hubungan nya dengan memiliki sebuah usaha. Jika Anda ingin mengatur, memajukan, atau menjalankan suatu usaha, Anda lebih baik belajar terlebih dahulu di sebuah perusahaan yang bagus sebelum mulai membuat usaha.

Pertanyaan mengenai apa yang membuat seseorang bahagia itu berbeda untuk tiap orang. Kebanyakan orang justru lebih bahagia tanpa rasa pusing, resiko, beban, rintangan dan ketidakpastian saat memiliki perusahaan sendiri.

5. Pengusaha Punya Lebih Banyak Kebebasan, Lebih Sedikit Stress dan Tanpa Bos

Jika Anda menjalankan bisnis sendiri, besar kemungkinan Anda akan bekerja 24/7 dan mengerjakan berbagai hal yang terasa nyaman di lakukan. Terkadang pekerjaan menyita hidup Anda, dan beban keuangan menjadi besar. Tidak ada yang salah dengan pemikiran di atas, tapi tidak semua orang merasakan kebebasan lebih dan kendali dan lebih sedikit stress.

Banyak justru merasakan hal yang sebaliknya.

6. Semua Teman Anda Memiliki Bisnis yang Sedang Booming dan Berjalan dengan Baik

Anda tidak seharusnya percaya dengan semua sensasi, atau hal yang di katakan dalam lingkungan sosial Anda. Jangan langsung loncat ke bisnis yang sedang trend hanya karena ingin terkenal. Bahkan teman baik cenderung lupa untuk membicarakan kerja keras dan pengorbanan bertahun - tahun, sebelum mendapatkan kesuksesan.

7. Anda Perlu Sukses Secepat Mungkin

Banyak orang mengira kesuksesan bisa di raih dengan cepat, kenyataan nya dalam dunia bisnis, akan ada ruang di mana seseorang bisa melakukan kesalahan dalam perjalanan menuju kesuksesan. Sukses terdiri dari satu kegagalan ke kegagalan lain nya tanpa kehilangan gairah.

Banyak pengusaha berhasil setelah bertahan dan mengulangi kegagalan di awal.

8. Pengusaha adalah Mereka yang Gagal Menjadi Pegawai

Pemikiran bahwa mereka adalah orang yang memulai usaha sendiri sebagai langkah terakhir untuk bertahan hidup karena tidak bisa bekerja menjadi seorang pegawai adalah kekeliruan. Padahal faktanya, pembawaan sejak lahir untuk mandiri dan kreativitas membawa mereka ke jalur tersebut.

9. Pengusaha adalah Pengambil Resiko Ekstrim

Konsep dari resiko adalah element utama dalam proses kewiraswastaan. Meskipun terlihat bahwa seorang pengusaha sedang berjudi dengan kemungkinan acak, faktanya para pengusaha bekerja dengan resiko yang tidak terlalu besar atau sudah di perhitungkan.

Kebanyakan pengusaha sukses bekerja keras melalui perencanaan dan persiapan untuk meminimalkan resiko yang ada.

10. Anda Perlu Memiliki Keberuntungan

Terkadang kesuksesan seorang pengusaha lebih di jelaskan dengan faktor keberuntungan. Bagaimana mungkin ada penjelasan lain seseorang bisa menjadi orang kaya?, adalah hal yang sering di tanyakan. Namun keberuntungan bukanlah faktor utama dalam kesuksesan sebuah bisnis seperti yang di percaya banyak orang.

Para pengusaha berhasil karena mereka siap ketika keberuntungan tersebut datang dengan bertahun - tahun kerja keras, memiliki gairah dan mengunakan kepintaran mereka.

Kebanyakan orang lebih mempercayai keberuntungan di bandingkan mempersiapkan diri untuk menaiki kapal kewiraswastaan mereka.
Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment