Benarkah Masa Lalu Anda Lebih Baik?

Benarkah Masa Lalu Anda Lebih Baik?



Banyak orang mengatakan, kalau gemar musik rock, heavy metal, maka periode 80an hingga 90an adalah masa emas. Jika lihat komentar para pengunjung youtube yang memutar lagu-lagu di era itu, bisa kelihatan betapa mereka merindukan masa itu kembali, ketika dibandingkan dengan lagu-lagu zaman sekarang. Komentar bukan saja datang dari mereka yang merasakan era itu, tetapi juga dari anak zaman sekarang yang mendengar dan memimpikan seandainya ada di era itu.

“Yesterday, all my troubles seemed so far away,” demikian lagu populer Beatles yang mungkin pernah Anda dengar, dan mungkin dianggap benar. Rasanya tahun-tahun yang dulu lebih baik daripada saat ini. Masa kecil kita jauh lebih tenang dan berbahagia daripada kehidupan kita saat ini. Webster Dictionary mendefinisikan nostalgia sebagai “kerinduan terhadap sesuatu yang jauh di masa lalu.”  Benarkan masa lalu lebih baik?

Benarkah era itu memang lebih baik? Ini susah dijawab, oleh saya, bisa tidak obyektif. Saya tidak pernah mengikuti dunia musik zaman ini selayaknya saya di masa 80an – 90an. Selera musiknya seperti apa saja saya tidak tahu. Jadi, saya jelas tidak tepat menjawabnya.

Soal kemarin lebih baik dari hari ini juga sering muncul dalam konteks yang lain. Dalam sebuah posting tulisan Vice Chancellor Universitya Macquarie, diangkatlah komentar yang menilai bahwa mahasiswa zaman sekarang belajarnya kurang dibanding zaman dulu. Dari segi konsumsi waktu, katanya demikian. Ada juga klaim yang barangkali bisa ditemukan di sumber lain, dari segi cakupan bahan belajar pun sama.

Kadang-kadang, setelah melewati masa transformasi dari suatu keadaan ke keadaan baru, orang mulai mengeluh dan merindukan kembali keadaan lama. Dulu sebuah tulisan di Kompas pernah mengangkat kerinduan sejumlah orang bekas Jerman Timur, yang telah menyatu dengan saudara-saudaranya di Barat dan menjadi satu Jerman, mengatakah masa Jerman Timur lebih baik.

Dalam diskusi-diskusi tentang Satya Wacana pun, tidak jarang di milis alumni referensi dan perbandingan dengan Satya Wacana di periode 70an, 80a, hingga 90an, diajukan untuk mengatakan dulu lebih baik dari hari ini. Tidak sedikit kawan yang lalu mengatakan, mengapa sekarang kok justru mundur?

Entah benarkah lebih baik, tidak semua hal yang dibicarakan dan disimpulkan didasarkan atas sebuah kajian yang sistematis dan kokoh. Namun, perasaan toh kadang juga benar, dan paling tidak pantas untuk didengar.

Namun, seorang rekan muda, Satria dalam sebuah tulisannya mengatakan bahwa toh kita hidup di hari ini. Terlalu melihat ke belakang juga apa gunanya, kalau yang dihadapi di hari ini tidak bisa dan kurang diupayakan untuk dibuat lebih baik. Romantisasi saja tidak cukup.

"Masa Lalu yang Indah" adalah Dusta yang Mematikan, yang Menjangkiti Mereka yang Dilemahkan oleh Ketakutan dan Rasa Tidak Aman" - Alan Jay Levinovitz

Berikut sedikit penjelasan yang membuktikan masa sekarang lah yang lebih baik, bukan masa lalu, itu karena:

Fakta vs. Ilusi

Faktanya, zaman saya kecil tidak ada lemari es di kota, jadi kalau mau makan ayam harus potong sendiri saat itu juga. Lalu semua makanan diasinkan supaya awet. Repot! Di zaman lalu, berbagai obat penangkal virus dan kuman belum ditemukan. Bila Anda terkena cacar air, Anda bisa mati!

Tidak Terasa

Penderitaan yang kita alami di masa lalu sudah tidak terlalu “menyengat” lagi dibandingkan dengan apa yang kita rasakan secara langsung saat ini. Tidak heran kita merasa masa lalu lebih ringan dan menyenangkan.

Pelarian

Bila saat ini kehidupan Anda sangat sulit, Anda menghibur diri dengan memikirkan masa lalu, karena memang mengenang sesuatu yang “indah” membuat otak mengeluarkan semacam cairan kimia yang membuat kita merasa nyaman, sehingga kita mengambil kesimpulan bahwa kehidupan masa lalu lebih baik. Akibatnya kita meremehkan hal-hal baik yang sebenarnya ada dalam hidup kita saat ini. Pelarian yang menyedihkan!

Dari pada bernostalgia tentang indahnya masa lalu, lebih baik kita menyadari bahwa kemajuan dan pertumbuhan hanya bisa diperoleh dengan kerja keras menghadapi realita saat ini. Makin cepat kita menyadarinya, makin cepat pula masa depan yang indah menanti kita!

Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment