Qualcomm Digugat Apple Rp 13,4 Triliun Gara-gara Royalti

Qualcomm Digugat Apple Rp 13,4 Triliun Gara-gara Royalti


Perselisihan antara raksasa teknologi dunia memang bukan hal baru. Kali ini Qualcomm tampaknya mendapat banyak serangan dari perusahaan lain. Raksasa Apple menggugat Qualcomm senilai $1 miliar atau sebesar Rp13,4 triliun atas kasus permintaan royalti yang terlalu berlebihan.

Seperti yang dilaporkan Reuters, Qualcomm merupakan produsen chipset mobile terkemuka saat ini, dimana perusahaan membuat chip modem yang dapat menghubungkan smartphone dengan jaringan seluler. Apple dan Samsung merupakan penyumbang terbesar, dengan lebih dari 40% pendapatan Qualcomm berasal dari kedua perusahaan tersebut.

Apple mengajukan gugatan melawan Qualcomm pada Jumat (20/1) lalu dengan tuduhan membebankan "royalti berlebihan" untuk chipset miliknya dan menahan pembayaran  janji potongan harga sebesar $1 miliar sebagai pembalasan karena Apple telah bekerjasama dengan para regulator di Korea Selatan yang tengah menginvestigasi Qualcomm, Korea Fair Trade Commision.

Tak terima, pihak Qualcomm pun menolak semua tudingan tersebut. Menurut Don Rosenberg selaku penasehat utama Qualcomm, Apple dikatakan memicu serangan regulasi pada bisnis Qualcomm di berbagai wilayah di dunia dengan memutar balik fakta yang ada.

Gugatan ini bukan hal yang baru bagi Qualcomm. Sebelumnya, para regulator di Korea Selatan mengenakan denda kepada Qualcomm sekitar US$850 ribu bulan lalu karena telah memaksa perusahaan-perusahaan pembuat ponsel untuk menyepakati perjanjian lisensi paten yang tidak adil demi mendapatkan chip modem mereka. Pada awal tahun 2016, Qualcomm juga harus membayar denda di negara Tiongkok sebesar $975 juta.


Dalam sebuah pernyataan, Apple mengklaim bahwa Qualcomm telah membangun bisnis dengan "taktik eksklusif dan royalti yang berlebihan." Sebagai bukti, Apple mencatat bahwa dia membayar Qualcomm lima kali lebih banyak dalam royalti dibandingkan perusahaan lain yang memiliki perjanjian lisensi paten seluler, digabungkan.

"Selama bertahun-tahun Qualcomm telah tidak adil memaksakan biaya royalti untuk teknologi yang tidak ada hubungannya dengan mereka. Semakin Apple berinovasi dengan fitur unik seperti TouchID, layar canggih, dan kamera, semakin banyak uang yang dikumpulkan Qualcomm tanpa alasan dan lebih mahal bagi Apple untuk mendanai inovasi ini.”

“Qualcomm membangun bisnis dengan berbagai standar, tapi memperkuat dominasinya melalui taktik eksklusif dan royalti yang berlebihan. Meskipun hanya satu dari selusin lebih perusahaan yang memberikan kontribusi untuk standar seluler dasar, Qualcomm bersikeras membebani Apple setidaknya lima kali lebih banyak dalam pembayaran dibandingkan semua penerima lisensi paten selular lain yang memiliki perjanjian, digabungkan," tulis Apple.
Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment