Shu Qi Sukses Bertransformasi dari Kategori Dewasa Menuju Film Mainstraim

Shu Qi Sukses Bertransformasi dari Kategori Dewasa Menuju Film Mainstraim


Lahir tanggal 16 April 1976, Shu Qi memiliki nama asli Lin Lihui dan nama Inggris Shu Fanny. Shu Qi adalah artis paling sukses yang bertransformasi dari kategori dewasa menuju film mainstream.

Hampir semua lelaki yang diajaknya berkencan, menelan ludah mereka dan mulai berkeringat, sebelum akhirnya mengeluarkan suara bergetar mengatakan “Mau”. Itulah kira-kira gambaran pesona artis Taiwan Shu Qi. Selain berakting di sejumlah film, di antaranya City Under Siege, Legend Of The Fist: Return of Chen Zen yang baru saja beredar di Tanah Air, ia juga tampil di sejumlah majalah ternama seperti GQ dan Elle. Hsu Qi (Shu Qi) adalah gambaran seorang artis yang mampu meningkatkan kemampuan dan bakatnya. Padahal ia mengawali kariernya dengan tampil di film-film semiporno.

Sang manager Manfred Wong dalam wawancara di majalah Time beberapa tahun lalu menceritakan, mengapa Shu Qi memilih memulai kariernya tersebut dengan peran buka-bukaan.“Jika Anda adalah seorang artis tak dikenal dari Taiwan, sulit buat Anda untuk mendapatkan peran di film-film berkelas. Shu Qi menyadari hal ini. Jika ia tak menanggalkan pakaiannya, ia tak akan menjadi bintang seperti sekarang ini,” kata Manfred Wong.

Shu Qi lahir dari keluarga miskin di Taiwan. Sejak kecil ia sudah merasakan sulitnya hidup. Hal ini membentuk karakternya menjadi sangat independen. Saat berusia 16, ia sudah meninggalkan rumah untuk bekerja.

Dia berkata "Aku seorang gadis taiwan yang khas. Orang tua saya tidak memiliki pendidikan yang tinggi dan sering memukul anaknya untuk menyampaikan keinginannya. Perlahan-lahan, saya mulai kebiasaan untuk tidak berkomunikasi. Saya, pada kenyataannya, terlalu takut untuk mengatakan apapun... Hubunganku dengan keluarga pun tegang saat saya meninggalkan rumah.. Tapi aku ga sepenuhnya putus"

Setahun kemudian, ia memulai kariernya sebagai foto model bugil sebelum akhirnya mendapat peran di film-film dewasa. Karier artis yang kini berusia 34 tahun ini mulai mendapat tempat di industri utama film Hong Kong setelah penampilannya bersama Leslie Cheung dan Karen Mok di film Viva Erotica (1996). Dengan film itu, ia mendapatkan penghargaan sebagai artis pendamping terbaik. Ia  kemudian mendapatkan peran utama dengan aktor terkenal mandarin seperti Jackie Chan dan Ekin Cheng.

Pada umur 17 tahun, Shu Qi pindah ke Hongkong dan memulai karirnya di industri modeling untuk majalah porno dan muncul di cover majalah Penthouse Hong Kong pada bulan Februari 1995, serta Playboy China. Ia membintangi beberapa film dewasa seperti Sex & Zen II dan Red Light District in 1996.

"Saya naif. Agen saya berkata pada saya itu adalah sebuah bentuk dari seni, dengan istilahnya artistik dan estetika dan membujuk saya melakukannya." Dia membayangkan hal itu akan menjadi sebuah tanda kenangan di masa muda nya untuk diingat nanti sewaktu berumur tua. Shu Qi menambahkan " Saya tidak berhenti berpikir aku sedang melakukan sesuatu yang tidak bermoral dan salah - sampai suatu saat melihat ibuku berlinang air mata... Karena tidak ada seorang pun yang mengatakan kepada saya apa yang saya lakukan akan tidak disukai orang banyak"

Shu Qi beranjak dari film semiporno dan berhenti berpakaian tidak sopan, kemudian sukses di film mainstream. Baru-baru ini ia memainkan film The Assasin dan Journey to the West besutan Stephen Chow.

Pada tahun 2008, dia adalah anggota juri dari Berlinale; pada tahun 2009, dia adalah anggota juri Festival Film Internasional Cannes. Dia telah mewakili Frederique Constant di Asia sebagai brand ambassador sejak 2008.

Yang lebih penting, ia berhasil menang banyak penghargaan seperti Best Supporting Actress dan Best Newcomer di ajang Hong Kong Film Awards yang ke 16, Best Supporting Actress di Golden Horse Award ke 35 dan Best Actress ajang Golden Horse Award ke 42. Selain itu bibir Shu Qi terpilih sebagai bibir paling seksi di dunia oleh E!.

Sementara dia bisa menikah, Shu Qi mengatakan, "Ketika Anda terbiasa sendiri, Anda tidak bercerita banyak tentang percintaan." Meskipun dia bilang dia akan menutup hatinya sebelum berumur 35 karena Mr Right nya belum menghampiri. "Ketika saya menemukan seorang pria yang saya ingin berkeluarga dengannya, saya akan membukakan hati"

Di usia ke-39 tahun, Shu Qi telah membintangi lebih dari 80 film dan 5 serial televisi. Qi Shu tinggal di Hong Kong dan menganggap dirinya orang "Hongkonger."

Shu Qi juga dikenal sebagai artis bersifat sosial. Ia bersedia difoto oleh fotografer ternama Singapura Leslie Kee yang kemudian dimasukkan dalam buku-buku artis top untuk dijual kepada umum, dan hasilnya didedikasikan untuk korban tsunami Asia pada 2004 lalu. Shu Qi mengaku tak pernah menyesal menjalani hidupnya di masa lalu. Hanya  satu yang pernah ia sesali, adalah menolak peran Jen di film Crouching Tiger, Hidden Dragon garapan sutradara Ang Lee.

Ia menyesali sikap managernya yang memaksanya memilih tampil untuk peran iklan komersial dibandingkan film tersebut. Pada akhirnya Ang Lee memilih artis Tiongkok Zhang Ziyi untuk peran tersebut. Film Crouching Tiger, Hidden Dragon meraih sejumlah penghargaan, diantaranya Piala Oscar sebagai film berbahasa asing terbaik pada tahun 2000.
Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment