Sinopsis Film Horror The Coffin (2008) Berbaring di Peti Mati Untuk Mengelabui Hukum Karma

Sinopsis Film Horror The Coffin (2008) Berbaring di Peti Mati Untuk Mengelabui Hukum Karma


Memang pahit, tapi jujur kita harus akui bahwa Thailand lebih maju selangkah soal film horor. Soal kematangan eksekusi dan penciptaan konflik, soal keasyikan bercerita dan dramaturgi, serta kreatifitas penggalian ide dari latar belakang budaya lokal yang krusial dalam membuat cerita lebih dekat dengan penonton.

Sutradara/penulis skenario Ekachai Uekrongtham (Beautiful Boxer) menyutradarai supernatural thriller The Coffin setelah mendengar ritual upacara absurd yang digelar di sebuah propinsi di Thailand. Ritual yang disebut Lhong Tor Tai (tidur di peti mati, enyahkan nasib buruk) itu sudah berabad-abad dilakukan, namun baru populer selama beberapa tahun terakhir. Begitu populernya, hingga Guiness Book Of Records mencatat "Lhong Tor Tai" atau "Tidur di dalam peti-mati" sebagai upacara pemakaman terbesar di dunia

Seperti namanya, upacara tersebut memperlihatkan ribuan orang berbaring di peti mati sementara para biksu melakukan ritual seakan mereka sudah meninggal. Ini pula yang menjadi adegan pembuka film The Coffin. Tepatnya ketika para partisipan, dalam sebuah wawancara di televisi, mengaku dapat terhindar dari kematian (cheating death).

Sue (karen mok) gadis hongkong yang pergi ke thailand, menderita penyakit kanker paru seminggu sebelum pernikahan dan lari dari pernikahan. Pada saat itu dia mengikuti ritual peti mati, coba-coba siapa tahu penyakitnya bisa sembuh. Entah kenapa saat dia ditabrak truk, dia selamat bahkan kankernya sembuh. tapi dia mulai melihat hal-hal aneh. sang tunangan malah tewas secara misterius dan terus menghantuinya.

Sementara itu Chris (Ananda Everingham) seoarang arsitek yang punya pacar artis yang sakit-sakitan. dia melakukan ritual peti mati itu agar pacarnya bisa sembuh. namun yang terjadi Chris dan kekasihnya, terus menerus melihat wajah perempuan menyeramkan yang menggendong bayi.

Maka, baik Chris ataupun Sue pun berusaha keras mencari jawaban apa yang sedang terjadi dengan diri mereka.

Dengan bantuan seorang profesor yang mengkhususkan diri dalam kasus paranormal terkait dengan ritual, mereka berusaha untuk mengusir hantu-hantu yang menghantui mereka, dan berusaha untuk membalikkan roda karma.

Setelah dijelaskan kebenarannya oleh Paranormal tersebut, akhirnya mereka sadar, bahwa nasib buruk tidak bisa bisa dihindari dengan cara apapun, Jika pun ada ritual semacam tidur di peti mati, setelah menyingkirkan nasib buruk, tetap akan ada yang harus dibayar yaitu kehilangan orang yang dicintai. Mereka bertekad untuk tidak akan mengusik roda kehidupan lagi. Cara satu-satunya adalah dengan tidur sekali lagi di dalam peti mati tersebut. Setelah itu Chris pun mengetahui bahwa hantu perempuan tersebut adalah mantan yang ia cintai.

Jika Anda mengharapkan banyak adegan hantu dan horor dari film ini, bersiaplah untuk kecewa. Karena The Coffin mungkin tidak berjalan meledak-ledak. Pun juga tidak frontal dalam memberi teror. Sekilas, film ini malah terasa datar. Namun, sebenarnya The Coffin sudah sangat lengkap. Lancar bercerita, padat dengan drama, asyik menakuti, serta selipan kejutan-kejutan kecil.

Untuk sebagian besar, film ini membuat Anda berpikir tentang kematian dan perjalanan kematian dari orang yang Anda cintai dan bahwa Anda tidak akan hidup selamanya.

Usaha manusia untuk menghindari kematian, yang menjadi tema film ini pun, sudah sangat menarik. Seperti yang diungkapkan Chris, ”kematian seseorang yang kita cintai jauh lebih menakutkan daripada kematian kita sendiri,”.


Berikut Trailer Film The Coffin (2008)




Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment