Sinopsis Film Mr. GO - Monyet Besar Jadi Superstar Bisbol

Sinopsis Film Mr. GO - Monyet Besar Jadi Superstar Bisbol


"Baseball is a sport where you start at home and you return home" Wei-Wei

Mr. Go adalah film bergenre Comedy, Drama, dan Sport yang dirilis pada tanggal 6 Agustus 2013.
Disutradarai oleh Yong-hwa Kim.
Dibintangi oleh Song Dong­il Song, Xu Jiao, dan Kim Hee­won.
Mendapat rating cukup tinggi sebesar 6.2/10 di IMDb.
Serta apresiasi yang baik di situs rottentomatoes dengan audience score 32%.
Film ini mendapatkan 2 kemenangan dan 1 nominasi di berbagai ajang penghargaan film.

Setelah kakeknya yang dulu bergabung dengan rombongan sirkus meninggal dunia di Cina, dan juga meninggalkan utang yang banyak, gadis berusia 15 tahun, Weiwei (Jiao Xu) ditinggal sendiri dengan seekor gorilla bernama Ling Ling. Berkat cinta kakeknya untuk bisbol, Ling Ling dilatih untuk bermain bisbol dan telah mengembangkan keterampilan memukul yang luar biasa.

Titik terang pun mulai muncul di saat seorang agen bisbol dari Korea Selatan bernama Sung Choong-Soo (Seong Dong Il) mengkontrak Ling Ling untuk bermain di liga bisbol profesional Korea Selatan di klub Korea Doosan Bears. Memimpikan kesuksesan dan menyelamatkan Sirkus Matahari, Weiwei dan Ling Ling pergi ke Korea Selatan. Ling Ling cepat menjadi superstar di liga bisbol. Dunia baseball Korea pun menjadi heboh dengan aksi Ling Ling bermain baseball dan dijuluki sebagai Mr. Go. konflik mulai muncul di saat Mr. Go mengalami cedera ligamen yang membuat ia tidak bermain lagi di saat sang super agent mendapatkan tawaran dari 2 klub Baseball Jepang. Ditambah lagi dengan musuh dari klub tempat Ling Ling berada tidak mau kalah dan melatih seekor gorilla tandingan bernama Zero. Zero merupakan Gorilla yang sangat kasar yang dibesarkan di sirkus yang sama dengan Mr. Go.

Film ini dipenuhi dengan rasa haru dan tawa dimana CGI Gorilla yang ditampilkan sangat wah dan juga efek 3D yang bukan hanya tempela semata, taburan bunga, hujan sampai bola baseball yang menuju ke penonton terasa nyata sekali. Menonton 3D sangat saya rekomendasikan. Tampaknya perfilman Korea Selatan sudah dapat menyaingi Hollywood di dalam hal teknologi nya.

Ada beberapa momen yang mengharukan sekaligus kocak, misalnya persahabatan Chung-su dengan Ling Ling maupun Wei Wei yang berjalan pelan-pelan, atau ketika penonton seantero lapangan mendukung Ling Ling. Mr. Go memberikan banyak lelucon dari mabuk bersama gorila, tanaman anggrek, tingkah pola penagih utang yang jadi bulan-bulanan Leting, hingga kompaknya Ling Ling dan Wei Wei di lapangan dan di tayangan televisi (penggemar sinema Asia bakal tersenyum sendiri dengan munculnya lagu lawas mandarin yang dipopulerkan Teresa Teng, Yue Liang Dai Biao Wo De Xin atau The Moon Represents My Heart). Lalu rasa ketegangan pun ada saat pertandingan bisbol yang masih asing buat penonton Indonesia  pun dihadirkan.

Sayangnya pengemasan cerita dibuat terlalu manis dan ringan, khas film-film Asia kebanyakan. Tidak dijelaskan misalnya, asal usul dari kecerdasan dan kemampuan Ling Ling yang berbeda dari gorila lain.

Mungkin Mr. Go memang tidak berniat memberikan paparan ilmiah soal hewan, namun cukup mampu menyampaikan pesan bahwa terkadang manusia merasa mengerti mahluk lain di bumi seperti hewan-hewan dan bersikap arogan, padahal sebenarnya justru hewan-hewan yang lebih memahami manusia dan memiliki rasa cinta dan toleransi yang lebih besar untuk keharmonisan ketimbang manusia yang penuh dengan ego.

Berikut Trailer Film Mr. GO


Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment