Sinopsis Film Mojin The Lost Legend (2015) Cerita Penggali Harta Karun di Kuburan

Sinopsis Film Mojin The Lost Legend (2015) Cerita Penggali Harta Karun di Kuburan


Mojin: The Lost Legend adalah film yang berdasarkan novel laris Ghost Blows Out the Light. Berdasarkan data Ent Group, selama pekan perdana perilisannya film tersebut meraih 93,4 juta dolar AS (Rp 1,2 triliun) dari 255 ribu penayangan. Angka tersebut terlalu jauh untuk dikejar oleh film lainnya, meski mereka ditayangkan lebih dulu ketimbang Mojin: The Lost Legend. Film ini menduduki peringkat 1 box office di negara asalnya. Dan merupakan tertinggi ketiga sepanjang masa setelah Monster Hunt dan Lost in Hong Kong. Dengan menawarkan genre thriller dan adventure, film ini berhasil memukau penonton dengan petualangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Adegan wanita bersumpah serapah mengancungkan tangan pada seorang pria, adegan sahabat yang gerak geriknya mirip seorang drunken master walau sedang dalam kondisi sadar, hingga adegan sang pahlawan berputar-putar di udara karena ilmu bela diri meringankan tubuh yang dimilikinya. Ini adalah khas-nya film Mandarin


Kami kemukakan dulu bahwa film besutan Wuershan (Soap Opera, Painted Skin: Resurrection) ini sebenarnya memiliki banyak potensi apalagi dengan wajah cantik, karisma dan kekonyolan ketiga nama di atas berturut-turut. Dengan aset ini saja, Mojin: The Lost Legend sudah mampu menarik perhatian. Namun sayang, seperti terbuai dengan kesuksesan box office serta fokus tim produksi pada efek visual semata, film ini mengalami kepincangan cerita.


Film ini menceritakan tentang trio tomb raider yang disebut dengan “Mojin Xiaowei” yaitu Wang Kai Xuan ( Huang Bo - Police Story 2013 ), Hu Ba Yi ( Chen Kun - Painted Skin, Mulan ), dan Shirley Yang ( Shu Qi - The Transporter, So Close) yang menjadi seorang mantan pemburu harta karun yang bernama mojin. Mojin adalah perompak makam "resmi" yang ditugaskan oleh pemerintah untuk mengambil emas dari makam kaum bangsawan. Kenapa? Di masa itu, Cina berada dalam situasi perang dimana ekonomi sangat buruk, sementara menjarah makam adalah perbuatan tak terpuji, jadi kenapa tak menugaskan "agen rahasia"? Saat Mojin bertugas, mereka menyalakan satu lilin di makam yang bersangkutan. Jika padam berarti mereka tidak diperbolehkan merompak makam tersebut. Ini adalah kode etik yang alasan dan implikasinya tak dijelaskan dari naskah yang juga ditulis Bachang.

Tapi mereka tidak ingin disebut dengan penjarah makam. Mereka memilih pensiun. Mereka bertiga lantas pindah ke Amerika lalu terjadi masalah internal di antara mereka bertiga yang berakibat Hu Bayi keluar dari tim. Usut punya usut, Hu Bayi memiliki masa lalu buruk yang berhubungan dengan pencurian makam.

Masa lalu Hu Bayi dijelaskan pada sekuen flashback. Ketika itu tahun 1969. Hu dan Wang merasa bersalah atas kematian teman mereka, Ding Sitian (Angelababy). Rasa bersalah Hu dan Wang terus menjadi ‘hantu’ hingga bertahun-tahun kemudian. Pada sekuen awal (tahun 1988), Hu menemukan sebuah makam seorang putri yang sangat mengagetkannya. Mayat putri itu memiliki wajah sama persis dengan Ding. Ternyata, sekuen awal ini merupakan kunci yang kemudian memiliki benang merah dengan cerita selanjutnya.

Setelah pensiun menjadi pemburu harta karun, Wang Kai Xuan mendapatkan tawaran untuk menggali sebuah tempat untuk mencari sebuah harta karun yaitu Equinox Flower. Wang Kai Xuan pun menyanggupi permintaan tersebut karena terlilit hutang.

Informasi kepergian Kai Xuan sampai ke telinga Hu Ba Yi dan Shirley Yang, sahabat Kai Xuan. Hu yang awalnya menolak, akhirnya bergegas untuk ikut bersama Shirley. Semua dilakukannya demi Ding yang meninggal puluhan tahun silam yang berpesan tentang bunga Equinox. Keduanya segera menyusul sahabat mereka tersebut.


Ketiganya terpaksa kembali ke pekerjaan lama mereka ketika mendapat tawaran dari sebuah perusahaan pertambangan misterius untuk menjarah makam putri Khitan di pedalaman Mongolia. Disini kita bertemu dengan comic relief, Grill (Xia Yu), agen dari para Mojin.


Ekspedisi ini tak hanya demi keuntungan finansial belaka, namun punya alasan yang lebih personal bagi Wang dan Yu. Dua puluh tahun sebelumnya, di masa Revolusi Budaya, keduanya kehilangan sahabat mereka, Ding Sitian (Angelababy) setelah terjebak dalam bekas markas tentara Jepang. Tragedi masa lalu yang ternyata belum bisa mereka lupakan itu.


Klien mereka, sister Hong, adalah seorang pemimpin kultus yang membutuhkan sebuah harta karun bunga Equinox. Selama perburuan, mereka banyak menemukan hambatan, termasuk terjebak di dalam makam dan kemunculan Ding Tian ( Angelababy ) yang telah meninggal. Ketiga mojin tersebut harus mencari jalan keluar dari makam dan menghentikan misi kultus sister Hong.


Dari produksi desain, “Mojin” jelaslah film dengan bujet besar. Sutradara Wuershan mampu mengendalikan bujet besar (untuk perfilman Tiongkok) dengan menghidupkan seting bawah tanah yang mengagumkan. Efek CGI dalam film ini sangatlah bagus dan mampu membawa penonton ikut dalam petualangan. Detail efek CGI yang ditampilkan sangatlah detail dan precise sehingga tampak terlihat nyata, terlebih film ini didukung dengan format 3D IMAX. Zombie yang muncul di dalam film tampak nyata dan realistis.

Sutradara Wu Er Shan tampaknya  hanya mementingkan unsur estetika dalam film ini. karena “Mojin” lewat naskah dari Tianxi Bachang (sekaligus penulis novel sumbernya, “Ghost Blows Out the Light”) sangat lemah di bagian setup. Akibatnya, “Mojin” menjadi terasa bertele-tele dan kurang memikat atensi bagi penonton. Cenderung membosankan malahan.

Penyebab lain adalah kurang tepatnya sisipan humor di tengah situasi serius, yang berefek pada terganggunya penyampaian cerita. Alhasil, durasi 125 menit pun terasa lama karena banyaknya penjelasan penting yang tak terungkap, digantikan banyak momen, yang walau menghibur, tak perlu ditampilkan. Walhasil, beberapa adegan terkesan menggantung sehingga menimbulkan pertanyaan bagi penonton.

Padahal, adegan pembukanya sebenarnya meyakinkan. Adegan Ba Yi membuka sebuah peti berisi mayat wanita cantik berwajah mirip Ding Si Tian (Angelababy) membuat kami penasaran perihal siapa dia dan apa hubungannya dengan Ba Yi. Sayang, adegan pembuka ini tidak dijadikan katrol kuat untuk pengembangan cerita selanjutnya. Adegan-adegan selanjutnya tercerai berai, tidak terangkai, hingga menjelang klimaks. Di sinilah letak lamanya durasi 125 menit itu. Lama karena setelah sekian lama mengikuti alur cerita, baru kami bisa menangkap esensinya yang murni kisah persahabatan terkubur dalam plot perampokan membingungkan.

Dibalik adanya kejanggalan cerita, twist cerita ini patut diancungi jempol!. Film ini mengajak penonton menerka-nerka akhir ceritanya. Saat Hu Ba Yi memilih untuk meninggalkan Wang Kaixuan dan Shirley Yang, penonton akan otomatis berpikir bahwa ending film ini akan menjadi sad ending. Ternyata di akhir film, Hu Ba Yi kembali muncul dan tiba-tiba melamar Shirley Yang. Such a plot twist!

Berikut Trailer Film Mojin The Lost Legend (2015)



Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment