Siti Aisyah Warga Indonesia Pembunuh Kim Jong Nam

Siti Aisyah Warga Indonesia Pembunuh Kim Jong Nam


Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un itu tewas di bandara Malaysia, hari Senin.

Awalnya, Malaysia menolak untuk mengidentifikasi jasad itu sebagai Kim Jong-nam, dan bersikeras menyebut bahwa menurut paspornya ia bernama Kim Chol.

Di pihak lain Korea Selatan tegas menyebut bahwa itu memang dia, dan ia dibunuh atas perintah dari rezim brutal Korea Utara.

Pada hari Rabu, Malaysia akhirnya mengukuhkan untuk pertama kalinya bahwa orang yang meninggal itu memang saudara tiri dari pemimpin Korea Utara.

Zahid Hamidi, wakil perdana menteri Malaysia, mengatakan kepada wartawan: "Saya pikir dia memiliki dua identitas yang berbeda. Mungkin (paspor) ini adalah dokumen samarannya."

Sikap hati-hati Malaysia dalam menangani kasus ini tampak sedari awal. Polisi tak banyak memberikan informasi, dan pernyataan resmi tentang penangkapan para tersangka dilakukan berjam-jam setelah pemberitaannya ramai.

Berbagai bidang di kepolisian -nasional dan distrik- juga memberikan keterangan yang berbeda-beda dan makin menambah kebingungan atas peristiwa ini.

Dan hanya inilah yang kita tahu sejauh ini: tiga orang telah ditangkap. Dua di antaranya perempuan: satu adalah Indonesia, Siti Aishah atau Siti Aisyah kelahiran Serang, sementara satunya lagi membawa paspor Vietnam.

Tersangka ketiga yang sudah ditahan adalah seorang pria Malaysia, yang menurut polisi adalah pacar Siti Aisyah. Polisi mengeluarkan surat penahanan terhadap tersangka selama tujuh hari untuk interogasi lebih lanjut.

Yang mengejutkan, Kepolisian Kerajaan Malaysia menyatakan perempuan tersebut berpaspor Indonesia.

Diberitakan media Malaysia The Star, Kamis (16/2), Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar mengatakan dalam paspor itu wanita tersebut tertulis bernama Siti Aisyah.

"Berdasarkan paspornya, dia berasal dari Serang di Indonesia," kata Abu Bakar.

Aishah ditahan pada Kamis dini hari.

Menurut Abu Bakar, Aisyah adalah wanita yang tertangkap kamera CCTV di bandara Kuala Lumpur usai Jong Nam mengaku sakit.

Polisi Malaysia mengidentifikasi Siti Aishah beralamat di Serang (Provinsi Banten), Indonesia, dan lahir pada 11 Februari 1992.

Sementara Kepala bagian Humas Ditjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM, Agung Sampurno memastikan, paspor yang dipegang Siti Aishah dikeluarkan dari kantor Imigrasi Jakarta Barat.

"Paspornya diterbitkan di Jakarta Barat," ujar Agung Sampurno.

Siti ditangkap Kamis (16/2/2017) dini hari, beberapa jam setelah polisi Malaysia menangkap Doan Thi Huong, perempuan berusia 28 tahun dan berpaspor Vietnam, Rabu (15/2/2017).

Media lokal Malaysia, New Straits Times (NST) yang telah melihat rekaman CCTV secara utuh, melaporkan bahwa momen penyerangan Jong-Nam terjadi dalam 5 detik. NST menyebut rekaman CCTV menunjukkan Jong-Nam sedang berdiri di kerumunan beberapa orang di depan area self check-in KLIA2, saat diserang.

Dalam waktu 5 detik, sebut NST, satu pelaku berdiri di depan kakak tiri Kim Jong-Un itu untuk mengalihkan perhatian. Kemudian satu pelaku lainnya, yang berdiri membayangi di belakang Jong-Nam, mengaitkan lengannya ke leher Jong-Nam untuk memasukkan racun.

Spekulasi pun muncul soal cara racun dimasukkan ke tubuh Jong-Nam. Berbagai laporan menyebut pelaku membekapkan kain yang diberi zat kimia mematikan ke wajah Jong-Nam. Laporan lain menyebut pelaku memasukkan racun dengan jarum suntik ke leher Jong-Nam. Sumber otoritas Amerika Serikat (AS) menyebut, pena khusus digunakan untuk menyemprotkan racun ke wajah Jong-Nam. Belum ada keterangan resmi terkait spekulasi itu.

Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment