Cerita dari Gamer dan Youtuber Reza Oktovian yang Menginspirasi

Cerita dari Gamer dan Youtuber Reza Oktovian yang Menginspirasi


Reza Arap Oktavian lahir premature, ia 7 bulan sudah lahir dan beratnya hanya 0,8 kg. Ia dilahirkan dengan kondisi tubuh yang premature, mengharuskannya menjalani proses inkubator, karena alat itulah yang membantunya untuk bertahan hidup. Lahir dengan berat badan yang rendah hanya sebesar botol air mineral 600ml, organ di tubuhnya pun belum berkembang dengan baik, maka ia divonis memiliki penyakit jantung.

Penyakit yang dideritanya merupakan penyakit yang serius karena jantung adalah satu organ yang berperan dalam sistem peredaran darah manusia, membuatnya harus menjalani serangkaian proses medis di Rumah Sakit Harapan Kita selama dua tahun. Jantungnya sangat lemah sehingga membuat aktivitas seperti menangis, lari bahkan tertawa pun ia muntah.
Tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan papa dan mama Reza, mereka memutuskan untuk bercerai ketika ia baru lahir. Perebutan hak asuh anak pun terjadi dan pengadilan memutuskan Reza tinggal bersama mamanya.

"Nyokap gue bukan orang hebat, bukan orang berlebih, atau orang yang sempurna," ujarnya ketika ditemui di Central Park. Mamanya seorang guru tari Latin profesional dan seorang pekerja keras. Sewaktu Reza masih bayi ia selalu membawa Reza ketika ia berkerja. Reza diletakan diatas sofa panjang yang empuk. Uang dari hasil mengajarnya dipakai untuk membeli susu, popok, selimut agar Reza tetap hangat walaupun di tempat yang ber-AC, dan juga untuk membayar tunjangan rumah sakit.

Reza memiliki bakat menari karena bakat menari mamanya turun kepadanya, di usia delapan tahun Reza sudah mahir menari dalam tarian Cha-Cha. Karena kehebatan itulah, sang mama memanggilnya "caca"sebagai nama kesayangannya. Tidak hanya memiliki keahlian dalam seni tari namun dalam bermain games Caca pun juaranya, melihat kondisi tubuhnya yang lemah mengharuskan Caca untuk lebih banyak beristirahat ketimbang mengikuti hobinya. Sehingga hari-harinya pun banyak dihabiskan dengan bermain games dan belajar, karena mamanya selalu membelikan Caca berbagai konsol games seperti sega, nintendo dan PlayStation.

Apapun akan dibelikan olehnya untuk membuat Caca bahagia. Mamanya benar-benar tidak pernah melarang Caca untuk bermain game biarpun sedang banyak PR atau ujian, dia tetap mengizinkannya. Mamanya tahu bahwa jika Caca sudah bosan bermain ia akan belajar atau kerjakan PR. Dari situlah dapat dibayangkan bahwa Caca menjadi anak rumahan yang di kelilingi dengan berbagai jenis game dan Caca menyebut dirinya sebagai "anak rumahan garis keras" walaupun begitu, IQ nya sangat tinggi,mencapai 140 dan selalu ranking tiga besar di sekolah dasar.

Caca memiliki kesenangan dan kepuasan tersendiri terhadap salah satu makanan fast food yang terkenal berwarna merah dan bapak tua dilogonya. Hampir setiap hari hidangan ini di santapnya. "Aku sampai hapal harganya. Dulu satunya itu cuma 3500,naik 5500, 7000,7500, 8000 sekarang udah berapa, mahal," gerutunya.

Suatu hari ketika ia akan berulang tahun yang kesembilan, mamanya merayakan ulang tahun Caca di restaurant fast food favorite-nya itu dan hari itu menjadi hari yang tak dapat disangka oleh orang-orang di sekitarnya, hari dimana Caca terakhir merayakan ulang tahunnya.
Ketika malam hari, sekitar pukul dua Caca tiba-tiba sakit, ia demam, mamanya berpikir bahwa Caca hanya sakit biasa saja, sakit demam dan flu tidak ada yang perlu di khawatirkan tetapi semakin lama Caca semakin parah, badannya dingin seperti es batu dan terus bergetar hebat, kepanikan melanda mama akhirnya Caca di larikan ke Rumah Sakit Husada.
Karena kondisinya yang sangat amat parah, Ia langsung dimasukkan ke dalam ruang UGD dan butuh 1 dokter dan 12 suster untuk mencari urat nya agar bisa ditusuk jarum infus. Kemudian ia dirawat dengan selang yang terpasang di seluruh tubuhnya. Dokter yang mengecek keadaan tubuhnya mengatakan ia terkena penyakit komplikasi yaitu jantungnya kumat, lambungnya robek, tekanan darah rendah dan demam berdarah.

Dokter berusaha menyelamatkan Caca dengan suntik, kejut listrik dan banyak cara lainnya, tetapi tubuhnya yang lemah dan kecil tidak sanggup melawan penyakit komplikasi tersebut. Dokter pun memvonis Caca telah meninggal. Selang dan berbagai alat kedokteran pun dicabut dan ia diselimuti dari kepala sampai ke kaki. Di saat itu tangisan mamanya pun tidak bisa ditahan, mamanya menangis sampai air mata nya menetes terus ke badan Caca.

12 jam telah berlalu tubuh Caca disimpan di dalam kamar mayat. Untuk terakhir kalinya mamanya menyentuh, mencium dan menangis meratapi mayat Caca, air mata mamanya menetes tepat di kening anak semata wayangnya. Sampai tiba-tiba terdengar suara "ma, jangan menangis, nanti Caca ikut sedih" mamanya pikir ia hanya halusinasi saja, tetapi ada suara lagi "Ma, Caca dimana sih? Kok Caca bisa di sini?" Dengan kebingungan Mama membuka kain yang menutupi wajah Caca, dengan perlahan mama menarik kain itu sudah terlihat Caca membuka matanya dan masih tetap bertanya "ma, ini caca dimana?" Mama langsung mendobrak pintu dan berlari keluar dari kamar mayat sambil berteriak "dokteeeeeeeer" gegerlah Rumah Sakit Husada akibat kejadian ini. Dokter langsung cek keadaan Caca dan dia shock karena jantung Caca sembuh,lambungnya yang robek normal kembali, tekanan darah yang rendah pun kembali normal dan demam berdarah langsung hilang.

12 jam saat Caca meninggal yang ia rasakan hanya dingin, semuanya putih sampai ia berada di sebuah tempat yang tidak tahu tahu dimana, siang hari, langitnya cerah, matahari bersembunyi di balik awan dan Caca berada di sebuah padang rumput yang luas sekali, ada sebuah pohon di tengahnya yang ada hanya ia dan mamanya. "Aku gak bisa menjelaskannya, itu tempat sangat indah yang pernah aku lihat,"ucapnya. Sampai tiba-tiba tempat tadi berubah, yang ia lihat hanyalah warna hitam dan gelap. Caca membukakan matanya untuk kembali menjalankan hidup dibumi ini.

Setelah mati suri, pria kelahiran 15 Oktober 1990 itu berubah total mulai dari kepribadian hingga kesehatan, Caca tak lagi memiliki penyakit jantung, kini ia sudah sehat. Semenjak SMP nama panggilan di sekolahnya pun berubah, tidak dipanggil dengan sebutan Caca tetapi dengan nama Arap hingga sekarang. "pas temen-temen sekolah Arap nya itu masih pake B, katanya orang Arab. Dulu kan aku sekolah disekolah Kristen kan, terus aku doang yang hitam," ucapnya sambil tertawa.

Caca yang sekarang bukanlah Caca yang dulu lagi, kini ia sudah tidak lemah. ia bisa tertawa dan berlari sesuka hati tanpa harus muntah. Ia pun bisa meneruskan hobi menarinya dan bermain games tanpa henti. Hal yang tak bisa terubah dari Caca adalah kecerdasannya, ketika duduk di bangku SMA ia melakukantes IQ kembali dan hasilnya tetap sama IQ-nya bertahan di 140. Dengan IQ 140-nya,ia menjadi peringkat kelima dalam nilai UN tertinggi se-Jakarta Barat. Ia juga mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah, tapi sayangnya beasiswa tersebut Caca berikan kepada temannya karena ia memiliki dua pilihan untuk kuliah atau mengambil tawaran kerja. "Aku mikir, kalau aku lanjut kuliah keluar duit,terus kalau ambil kerja dapat duit. Yauda mending ambil kerja dapat duit,"ujarnya.

Sebelum pilihan itu terlaksana, mamanya memutuskan untuk pindah ke Palembang, dengan terpaksa Caca pun harus ikut pindah bersama sang mama, karena rumahnya di Mangga Besar sudah laku terjual. Tak lebih dari seminggu Caca merasa asing dan tidak terbiasa untuk tinggal disana. Ia meminta izin kepada mama untuk kembali pergi ke Jakarta, tapi sayang mama tak mengizinkannya. Caca sempat bertengkar dengan mamanya demi niat untuk kembali lagi ke Jakarta.

Sampailah di Jakarta, tak ada tempat yang dituju akhirnya ia menginap di rumah teman dan menumpang selama enam bulan lamanya. "aku makan, hidup sama mereka. Sincia aja sama mereka, pokoknya apapun lah sama mereka," terangnya. Untuk bertahan hidup di Jakarta, yang tentunya Caca sendirian ia melakukan apapun mulai dari menjadi kasir warnet dengan gaji 8000 perjam, menjual kosmetik dari pintu ke pintu, menjual kaset DVD, hingga menjadi tukang ojek pun ia jalani. Ketika hasil dari kerja kerasnya sudah terkumpul, barulah Caca pergi dari rumah temannya karena rasa tidak enak sudah menumpang sekian lamanya, ia memilih untuk tinggal di sebuah kosan daerah pasar baru.

Tak lama, teman baik Caca yang pada saat itu bekerja di Kantor Publisher Game Online, menawarkan Caca pekerjaan dan ia menyuruh Caca untuk melamar di kantornya langsung. Tanpa berpikir dua kali, Caca segera meng-iyakan tawaran tersebut. Caca menyukai apapun yang berbau dengan game, apalagi untuk kerja di perusahaan game, ia mengaggapnya hobi yang menghasilkan uang. Dengan berbekal CV tiga lembar berangkatlah ia ke Gedung Cyber di Kuningan. Pada saat itu Caca sempat diantar temannya hingga daerah Slipi karena ada urusan lain, temannya pergi meninggalkannya seorang diri. Hanya 2000 rupiah yang tersisa di sakunya , dua pilihan pun kembali muncul di benaknya, Naik bus atau membeli air mineral. Alhasil ia memutuskan untuk jalan kaki di daerah Slipi ke Kuningan, dengan tangan kanan membawa botol air dan tangan kiri membawa map, ia berjalan menuju tempat yang dituju. "Dengan mata gue yang berkekuatan 1000 Puppy Eyes, diterimalah bekerja, senangnya bukan main," kenangnya lagi.

Menjadi kasir di warnet membuat Caca mengenal banyak orang dan memiliki satu teman yang amat dekat dengannya, namanya Edho. Edho adalah seorang MC yang sudah berpengalaman ,ia banyak mengajarkan Caca meng-MC "gue seneng banget," ucapnya.

Caca pun mulai beralih dari perusahaan game menjadi MC, Karena Caca dekat dengan Edho, otomatis ia mengenal teman-teman Edho yang lain, ada Zachri, Insu, dan Vic. Lalu mereka berempat, mengajak Caca untuk membuat saluran YouTube dengan nama"Happy Holiday Indonesia", saluran tersebut menjadi sorotan banyak orang karena aksi kegilaannya yang diunggah di YouTube seperti lomba berlari dengan helm yang terbakar, menggoreng pisang dengan tangan, mengoleskan obat jamur yang memerihkan kulit ke alat kelamin, dan menggetok kepala. Karena saluran ini lah Caca mulai dikenal bukan sebagai Caca, melainkan sebutan lamanya sebagai "Arap". Happy Holiday Indonesia juga berprestasi dalam mengharumkan nama Indonesia, satu videonya sangat begitu terkenal ketika Happy Holiday Indonesia mengadakan flashmob di bundaran HI karena video itulah, banyak orang-orang dari penjuru dunia yang mulai mengetahui Jakarta.

Tiga tahun berlalu, akhirnya HHI bubar dengan alasan kesibukan anggota karena urusannya masing-masing, selain itu pun salah satu anggota HHI ada yang sudah menikah, jadi sangat tidak memungkinkan untuk terus melanjutkan saluran ini. Karena pekerjaan Arap hanya menjadi seorang MC dan penghasilannya pun tak seberapa, demi menyelamatkan ekonominya ia membuat saluran YouTube sendiri dengan nama Reza Oktavian.

Terinspirasi dari Pewdiepie, Arap membuat saluran gaming dan curhatan-curhatannya yang di kemas menjadi satu dalam video. Sebagian video itu di unggahnya bertemakan game. Nama Arap, semakin popular ketika salah satu videonya yang bertemakan game buatan asli anak Indonesia “DreadOut” ini di tonton oleh 30 ribu orang di dalam saluran akun YouTube-nya.

Semakin hari fans Arap semakin banyak, ia pun menamai para fans nya dengan sebutan “Onyo-Onyo” karena banyaknya orang yang menonton video yang telah di unggahnya, ia bisa memonetize viewer-nya dalam sebulan mencapai tujuh hingga delapan juta rupiah perbulan. “walaupun tidak bisa mencukupi kehidupan untuk satu bulan di Jakarta namun hasilnya tetap lumanyan,” ujarnya.

Arap menjadi semakin dikenal, tentunya hal ini pun menjadi keuntungan baginya,karena bisa menunjang karier MC nya,semakin terkenalnya Arap semakin mahal pula bayaran MC-nya. Tidak hanya itu juga, Arap mengaku ia mendapatkan banyak teman karena keterkenalannya. “kalo lagi jalan atau pergi kemana-mana, suka ada yang manggil dan seneng banget kalo bisa bikin orang tertawa,” jelasnya. Membuat orang lain tertawa pun, menjadi kesenangannya, Arap menjelaskan bahwa seletih apapun kondisinya jika ia sudah bisa menghibur orang lain, dan ketika sudah memegang mic keletihan itu hilang seketika.

‘yowhatsupp’ menjadi awalan kata –kata pembukaan videonya sedangkan di ending videonya ada gerakan memberi hormat dengan kata-kata ‘salam gamers’ merupakan ciri khas dari Arap, Selain itu Arap pun terkenal dengan candaanya, ia menjadi sosok yang humoris bagi para fansnya. Seperti manusia normal kadang ada orang yang benar-benar mencinta,menyayangi kita dan ada pula yang membenci kita, Arap pun demikian. Ia tak hanya memiliki fans tetapi ia pun memiliki haters tak jarang ia pun merasa sakit hati dengan caci-maki dari orang-orang yang membencinya. Menjadi seorang YouTubers, Arap jalani dengan sepenuh hati, tetapi pekerjaan ini bukan pekerjaan utamanya, pekerjaan utamanya adalah menjadi seorang Entertainment sang penghibur.

Pria yang memiliki tanda lahir di wajah sebelah kanannya ini pun termasuk orang yang ambisius, ia setiap harinya selalu mencari ide agar saluran di akun YouTube nya tidak membosankan dan tetap bisa menghibur orang lain. Di usia nya yang sudah mencapai 27 tahun ini, ia telah menciptakan satu Event Organizer yang terkenal karena terinspirasi dari dirinya sendiri, menjadi seorang Master Of Ceremony selama tujuh tahun.
Reza Oktovian yang kerap disapa Arap, mengajarkan kita untuk menggunakan kesempatan kedua dengan sebaik-baiknya, mencapai semua keinginan tanpa lelah, walaupun sempat jatuh dan terpuruk kita harus bangkit dan mengalahkan keterpurukan, dan yang paling mulia adalah sikap untuk membuat orang lain bisa tersenyum.
Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment