Bukalapak Luncurkan BukaReksa Syariah

Bukalapak Luncurkan BukaReksa Syariah


Setelah sukses menjadi salah satu situs jual beli online ternama di Indonesia, BukaLapak mulai melebarkan segmentasi bisnisnya ke komoditas produk yang berbeda. Bekerja sama dengan portal keuangan Bareksa, BukaLapak kini memperkenalkan BukaReksa. BukaReksa merupakan sebuah layanan yang menyediakan produk reksa dana bagi member BukaLapak untuk berinvestasi.

Proses transaksi BukaReksa mengambil pengalaman dari member BukaLapak termasuk penggunaan jenis akun yang sama. Hanya saja untuk produk ini, pengguna harus memasukkan informasi lebih mendetil dan perlu mendapatkan konfirmasi sebelum memulai transaksi. Dan Anda tidak perlu khawatir, karena pihak BukaLapak juga menjanjikan peneglolaan produk reksa dana oleh Manajer Investasi profesional dengan target pengembalian optimal.

Hal itu diharapkan bisa turut mendongkrak jumlah nasabah reksa dana di Indonesia secara keseluruhan. "Indonesia adalah negara dengan masyarakat muslim terbesar di dunia. Mereka terus berkembang dan memiliki disposable income sehingga cocok dengan produk investasi reksa dana," ujar CEO Bukalapak Achmad Zaky, Rabu (29/3).

Zaky mengatakan, animo masyarakat terkait dengan layanan syariah dari Buka Reksa cukup besar sejak diluncurkan dua pekan lalu. Ia mengaku, saat hari pertama diluncurkan tercatat dana nasabah yang masuk mencapai Rp 500 juta.

Zaky mengaku, produk Buka Reksa terus mencatat peningkatan jumlah nasabah. Saat ini, sudah ada sekitar 20 ribu nasabah yang bergabung dengan Buka Reksa. Sementara, untuk nasabah di lini syariah sudah terdapat sekitar seribu nasabah.

Pada kesempatan yang sama, Co-Founder dan Chairman Bareksa Karaniya Dharmasaputra mengatakan kemudahan akses transaksi investasi reksa dana harus dibarengi dengan akselerasi proses edukasi dan inklusi masyarakat Indonesia. Dengan begitu, produk reksa dana pasar uang makin diminati sebagai alternatif menyimpan dana, selain menabung di bank.

"Bukareksa ini menguntungkan pemilik akun BukaDompet. Kalau dana didiamkan di situ kan interest-nya 0%. Kalau masuk Bukareksa return-nya relatif lebih tinggi dibanding tabungan bank," kata Karaniya.

Sementara Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan pihaknya menyambut baik fitur investasi online yang digagas Bukalapak. Menurut dia, layanan tersebut akan mempermudah akses masyakarat untuk berinvestasi ke pasar modal yang jumlahnya masih sangat sedikit. “Hingga Agustus 2016, jumlah investor reksa dana baru 340.869 atau hanya sekitar 0,13 persen dari total populasi," katanya.
Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment