Fakta Tragis Sebenarnya dari Film Disney Princess

Fakta Tragis Sebenarnya dari Film Disney Princess


Disney sukses membuat Princess Disney menjadi karakter animasi paling terkenal di dunia. Sejak Snow White muncul pada 1937 silam, Disney pun terus membuat karakter baru berdasarkan legenda atau cerita rakyat.

Namun tahukah Anda bahwa beberapa dari dongeng yang ditayangkan oleh Disney ternyata memiliki alur berbeda dengan apa yang ditulis oleh pengarang aslinya.

Bahkan, kisah asli dari dongeng tersebut terdengar cukup mengerikan dan sangat tidak cocok untuk dibaca oleh anak-anak. Berikut adalah lima fakta mengerikan di balik film dongeng Disney yang indah dan berakhir bahagia.

1. Snow White

Putri Salju adalah salah satu film dongeng Disney yang paling disukai dan dinilai sangat fenomenal. Kisah asli Putri Salju ditulis oleh Grimm Bersaudara. Dalam kisah aslinya, ibu tiri putri salju rupanya tidak menginginkan jantung Sang Putri, melainkan hati dan paru-parunya untuk disajikan sebagai hidangan makan malamnya.

Di akhir cerita, Sang Ratu dipaksa menari sampai mati dengan mengenakan sepatu besi panas. Fakta mencengangkan lainnya mengungkapkan bahwa putri salju sebetulnya tidak terbangun oleh ciuman, tetapi karena guncangan dari derap langkah kuda yang sedang berlari - saat membawa putri ke istana. Pangeran membawa Putri Salju ke istana karena menduga gadis itu telah mati.

2. Cinderella

Dalam kisah Cinderella, Di cerita Brother Grimm, kakak tiri Cinderella memotong jarinya agar bisa muat di sepatu kaca. Akhir cerita, Cinderella yang telah menikah dengan pangeran membalas kejahatan ibu dan kakak tirinya dengan kejam.

Cinderella menyuruh elang mematuk mata ibu dan saudara tirinya, serta mengusir mereka dari istana dan kota.

3. Sleeping Beauty

Dalam kisah asli sleeping beauty atau putri tidur, ia tertusuk jarum dan tertidur selama seratus tahun hingga akhirnya si pangeran tiba, menciumnya dan membangunkannya. Mereka jatuh cinta, menikah dan hidup bahagia selamanya. Dalam versi aslinya, sang pangeran sebenarnya memperkosa sang putri saat ia tertidur, bahkan hingga sang putri hamil dan melahirkan bayi kembar (dalam kondisi tertidur pula). Sang bayi yang baru dilahirkannya kelaparan dan menghisap jari ibunya hingga jarum itu terlepas dan sang putri pun terbangun.

4. The Little Mermaid 

Dalam versi aslinya, “Ariel=Si Putri Duyung”. Selama menjadi manusia, dia dibekali dengan pisau yang terselip rapi di balik rambutnya yang panjang dan tebal. Tujuannya sederhana : Jika ada orang yang mencurigai keberadaannya sebagai Putri Duyung, maka Ariel harus membunuh orang itu. Dia harus melakukan hal ini untuk melindungi jati dirinya, serta keselamatan kerajaan Neptunus dan spesies Mermaid di laut agar tidak menjadi buruan manusia. Dalam perkembangan kisahnya, cinta Ariel berakhir tragis. Cintanya bertepuk sebelah tangan, dan Sang pangeran meninggalkannya untuk menikah dengan gadis lain. Hal ini membuat Ariel patah hati dan akhirnya memilih membunuh dirinya sendiri dengan pisau yang dibawanya.

5. The Princess and the Frog

Kisah aslinya mengatakan bahwa putri merasa muak dengan katak licik itu dan kemudian membuat sebuah kesepakatan.

Sang putri kemudian melempar pangeran katak ke dinding dan menghapus kutukannya. Versi lain mengatakan bahwa katak itu hanya mencoba untuk menghabiskan malam di atas bantal sang putri. Namun, versi paling kejam menyebutkan bahwa sang putri harus memotong kepala katak untuk mengakhiri kutukan tersebut.

6. Pocahontas

Seorang wanita pribumi yang menyelesaikan perselisihan pihak Inggris dan kaum pribumi dengan cintanya bersama pria Inggris. Tentu kisah itu sangat memukau dan penuh cinta. Tapi pada kenyataannya Pocahontas diculik, diperkosa dan dibunuh.

Di kisah aslinya, Pocahontas yang ditangkap oleh pihak Inggris dan dijadikan tawanan. Suaminya dibunuh dan Pocahontas diperkosa berkali-kali hingga hamil. Kemudian ia dinikahkan dengan seorang petani tembakau bernama John Rofle agar kehamilannya terlihat sah. Pocahontas-pun dijadikan simbol dari orang pribumi buas yang berhasil dijinakkan.

Tidak lama setelah itu, Pocahontas mengetahui bahwa orang Inggris memiliki rencana untuk melenyapkan kaum pribumi. Karena orang-orang Inggris takut rencananya disebarluaskan, Pocahontas pun dibunuh dengan racun. Pocahontas saat itu hanya berumur 20 tahun.
Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment