Ternyata Hacker Haikal Bantu Orang Tak Mampu Hingga Ratusan Juta

Ternyata Hacker Haikal Bantu Orang Tak Mampu Hingga Ratusan Juta


Belakangan ini lini masa dibuat heboh oleh sosok Sultan Haikal. Remaja berusia 19 tahun itu ditangkap polisi dari Direktorat Tindak Pidana Kejahatan Siber Bareskrim Polri pada Kamis (30/3).

Haikal ditangkap karena telah berhasil meretas ribuan situs online yang berakibat kerugian hingga miliaran rupiah. Dari tindakannya ini, Haikal terancam Undang-undang ITE tentang kejahatan siber.

Sosok Haikal tentu menjadi perbincangan. Pasalnya, membobol sebuah situs saja harus memiliki skill dan pemahaman yang cukup mumpuni di bidang keamanan jaringan.

Seorang wanita bernama Shabrina Jasmine mengaku sebagai kakak Haikal. Dalam postingan di akun instagramnya, Shabrina menyebut Haikal sebagai sosok yang sangat pintar.

Haikal biasanya akan mengirimkan pesan kepada pengelola situs-situs besar bahwa situsnya tidak aman. Namun tak selamanya pihak yang diperingati percaya, bisanya merekalah yang dikerjai oleh kemampuan Haikal.



"Karena dia terbilang muda banyak yang tidak percaya bahwa webnya dimasuki adik saya, tapi sekarang kalian percaya kan," tulis Shabrina.

Kuasa hukum Haikal, Ramdan Alamsyah saat dikonfirmasi membenarkan jika Shabrina kakak Haikal. Pria tak tamat SMP itu anak ketiga dari empat bersaudara. Dia juga meyakinkan jika Haikal lahir dari keluarga mampu.

Haikal juga diketahui merupakan sosok yang dermawan. Mantan pacar membuat testimoni Haikal kerap membantu orang tak mampu. Bahkan nilainya bisa jutaan rupiah.

"Uang enggak cuma dipakai untuk foya-foya selama saya jadi pacarnya. Dia selalu kasih uang ke orang-orang yang membutuhkan. Contohnya ke pengemis kasih Rp 3 juta," demikian testimoni mantan pacar Haikal yang diupload sang kakak Shabrina Jasmine dalam akun instagramnya.


Rupanya Mabes Polri tertarik pada kecerdasan Haikal di bidang IT. Korps Bhayangkara berencana merekrut Haikal untuk membantu penegakan hukum. Rencananya, perekrutan dilakukan setelah proses hukum terhadap pemimpin kelompok pembobol situs bernama Gantengers Crew itu rampung.

"Bagi kami tentu merangkul mereka penting dalam upaya untuk mencegah kerusakan-kerusakan dan kerugian," kata Kabagpenum Divhumas Polri, Kombes (Pol) Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jumat (7/4).

Menurutnya, setelah menjalani proses hukum Haikal bakal diperbantukan untuk membantu menangani kejahatan siber. Namun perekrutan itu tidak berlaku terhadap tiga rekannya.
Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment