Sinopsis Film The Hobbit: The Battle Of The Five Armies (2014)

Sinopsis Film The Hobbit: The Battle Of The Five Armies (2014)


Setelah sukses dengan dua film pendahulunya, sutradara Peter Jackson akhirnya akan segera mengakhiri cerita dalam serial film “The Hobbit”. Sebelumnya, dia telah menghadirkan dua film, “The Hobbit: An Uexpected Journey” (2012) dan “The Hobbit: The Desolation of Smaug” (2013). Maka, di penghujung tahun 2014, Jackson akan mengeluarkan “The Hobbit: The Battle of The Five Armies” sebagai kisah penutup dari cerita petulangan para kurcaci tersebut.

Kisah dimulai dengan lepasnya naga Smaug dari kediamannya di kerajaan Erebor yang merupakan tempat harta karun emas. Dia terbang membalas dendam dengan menyerang kota danau yang tempatnya berdekatan dengan kerajaan Erebor. Semuanya hancur dan hangus terbakar akibat semburan api yang tidak bisa ditahan. Bard (Luke Evans) yang berada di penjara berhasil lolos dan melakukan perlawanan seorang diri karena penduduk lainnya pada sibuk melarikan diri. Anak panah Bard tidak ada yang berhasil melukai naga Smaug karena kulitnya yang keras dan kebal terhadap senjata. Di saat kritis akan disembur api dan kehabisan anak panah maka Bard mengambil panah hitam terakhir yang ia titipkan kepada anaknya, dan membidik bekas luka di dada naga Smaug. Naga Smaug berhasil dibunuh.


Bard memimpin penduduk kota danau mengungsi di kota Dale, sebuah kota kosong yang berada tepat di dekat pintu gerbang kerajaan Erebor. Rupa-rupanya kedatangan mereka tidak disukai oleh Thorin (Richard Armitage) yang sekarang menjadi raja Erebor. Harta karun yang melimpah membuat silau mata Thorin sehingga merubah sifatnya menjadi sangat serakah dan gila harta. Bilbo (Martin Freeman) yang berada di kerajaan menyadari akan hal itu dan menyebutnya sebagai penyakit naga karena sang naga juga mengalami hal yang sama, tamak akan harta karun.

Kematian naga Smaug membuat semua pihak melirik ke kerajaan Erebor terutama harta karunnya. Bard menagih janji Thorin yang akan memberikan sebagian hartanya apabila berhasil menjadi raja. Peri Thranduil juga menginginkan benda pusaka berupa perhiasan milik bangsa peri yang pernah diambil oleh naga Smaug dan kini berada di kerajaan Erebor. Thorin yang sudah dibutakan oleh harta karun tidak mau memberikan permintaan itu kepada Bard dan peri Thranduil sehingga mereka mengancam akan terjadi perang. Gandalf muncul dan berusaha mendamaikan namun usahanya sia-sia.

Disaat yang sama Thorin juga mencari benda pusaka milik kerajaan Erebor yaitu batu Arkenstone diantara tumpukan harta karun. Bilbo ternyata sudah mengambilnya lebih dahulu dari naga Smaug ketika masih tinggal disana. Bilbo ingin memberikannya kepada Thorin tapi mengingat akal pikiran yang sudah berubah maka tidak jadi diberikan karena kuatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bilbo tidak suka dengan yang namanya peperangan karena yang namanya perang pasti akan menimbulkan banyak korban. Untuk itu Bilbo diam-diam keluar dari kerajaan dan menemui pihak Bard dan peri Thranduil. Bilbo memberikan batu Arkenstone yang ada di tangannya dan perhiasan bangsa peri yang ada di tangan Thorin. Hal itu dilakukan agar bangsa peri dan pihak Bard dapat berdamai dengan Thorin dan Thorin akan membagikan harta di gunung dengan ditukarkan dengan batu Arkenstone.


Bard dan peri Thranduil serta pasukan peri sudah berada di gerbang kerajaan Erebor. Bard meminta jatahnya dan ingin menukar batu Arkenstone dan perhiasan bangsa peri. Thorin tidak percaya batu Arkenstone yang di tangan bangsa peri adalah yang asli, ia masih percaya batu Arkenstone ada di dalam gunung. Bilbo pun muncul di belakang Thorin dan mengakui batu itu adalah asli dan ia sendiri yang memberikannya kepada bangsa peri karena sifat Thorin sangat berubah dan sangat tamak. Thorin pun murka dan tetap tidak mau bahkan ingin mencelakai Bilbo yang dianggap sebagai pengkhianat. Untunglah Gandalf mampu membujuknya sehingga Bilbo bisa lolos. Tak disangka sepupu Thorin yaitu Dain ironfoot membawa pasukan kurcaci untuk melawan bangsa peri. Mereka semua sudah berhadap-hadapan.


Tak disangka, datang pasukan Orc yang dipimpin oleh Azog yang berada dipuncak bukit. Akhirnya mau tak mau Dain dan pasukan kurcaci melawan mereka. Thranduil dan pasukan peri juga berperang melawan pasukan Orc. Bard berusaha menyelamatkan wanita dan anak-anak karena pasukan Orc juga menyerang kota Dale.

Beorn yang berupa beruang bersama pasukan elang datang membantu untuk melawan pasukan Orc. Terjadi pertarungan antara Bolg dengan Legolas (Orlando Bloom) dan Tauriel (Evangeline Lilly) dimana sebelumnya Bolg berhasil membunuh Kili, pacar Tauriel. Demikian juga terjadi pertarungan antara Azog dengan Thorin dan keduanya sama-sama tewas.

Perang telah usai dengan membawa banyak korban. Legolas tidak ingin kembali ke kerajaan peri dan disarankan Thranduil untuk menemui Dunedain yang biasa dikenal dengan sebutan Strider. Strider adalah Aragorn. Gandalf mengantar Bilbo kembali pulang ke desa Shire. Namun para tetangga menganggap bahwa Bilbo sudah mati karena tidak ada kabarnya selama berbulan-bulan sehingga perabotan rumahnya dilelang.

Review film The Hobbit: The Battle Of The Five Armies (2014)

Film seri ketiga ini kurang menarik mengingat hanya berisi perang yang monoton dan tidak ada hal-hal baru dalam pertarungannya. Bahkan kesan pasukan Orc yang ganas bisa dengan mudah dikalahkan oleh kurcaci yang kecil. Lima pasukan yang dimaksud dalam judul film juga cukup membuat bingung penulis. Bisa dilihat hanya ada tiga pasukan yaitu pasukan kurcaci, pasukan peri dan pasukan Orc yang benar-benar pasukan tentara. Pasukan manusia ? rasanya bukan, karena Bard tidak mempunyai pasukan tentara perang melainkan hanya korban yang berisi manusia-manusia lemah. Pasukan Beorn ? rasanya kurang tepat kalau beruang dan burung-burung dianggap pasukan dan aksi mereka yang hanya sebentar dan tidak jelas.

Spesial efeknya biasa saja dan pertarungan serta perkelahiannya juga standard padahal seharusnya sebagai film pamuncak standardnya harus lebih tinggi lagi dari yang sebelumnya. Sekali lagi peran Evangeline Lilly mampu menyita perhatian karena begitu menghayati peran yang ada. Peran Martin Freeman juga cukup baik yang menunjukkan kedewasaannya. Sayangnya sebagai yang punya judul, peran Bilbo dalam film ini kurang banyak dan kurang menonjol.

Berikut Trailer film The Hobbit: The Battle Of The Five Armies (2014)


Share on Google Plus

About cintia lau

1 comments:

  1. SELAMAT DATANG DI WWW.WSD88QQ(.)COM SITUS BANDARQ TERBAIK

    MENYEDIKAN 7 PERMAINAN DALAM 1 AKUN / ID :
    - SAKONG ( 3 RAJA ) NEW GAME
    - POKER
    - BANDARPOKER
    - CAPSASUSUN
    - ADUQ
    - BANDARQ
    - DOMINO99

    * MINIMAL DEPO Rp. 20.000,-
    * MINIMAL WITHDRAW Rp. 20.000,-
    * BONUS REFFERAL 20%
    * BONUS TURNOVER 0,5% 2 kali seminggu

    Proses Deposit & Withdraw Cepat !!
    Pelayanan 24 Jam,
    Daftar - Depo - Main - dan Withdraw Jutaan Rupiah

    ReplyDelete