Demo Massal di Batam Karena Gojek Diberhentikan Massal

Demo Massal di Batam Karena Gojek Diberhentikan Massal


Langkah Dinas Perhubungan Batam yang melarang penyedia jasa transportasi online beroperasi per 1 Juni 2017 hari ini menimbulkan masalah baru. Ada sekitar 1.000 pengemudi ojek online yang kehilangan pekerjaan.

Kantor GoJek di kawasan Pelita, Lubukbaja, penuh pengemudi berjaket hijau-hitam, Rabu (31/5) sore. Mereka berorasi menolak keputusan Dinas Perhubungan Kota Batam yang membekukan sementara transportasi online, termasuk GoJek per 1 Juni, hari ini. Menurut mereka, kebijakan itu mematikan pencaharian mereka karena tak bisa lagi bekerja menarik penumpang. Apalagi, sebulan lagi akan menghadapi Lebaran.

Koordinator pengemudi Gojek Masjali mengatakan, pihaknya sudah mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di komisi I DPRD Kota Batam mengenai larangan itu.

Masjali mengatakan, ada keganjilan saat RDP tersebut. Kepala Dishub Kota Batam menyatakan sudah memberikan surat pemberitahuan mengenai larangan operasional bagi operator ojek online.

"Ada keganjilan, saat itu. Dishub menyatakan sudah memberi selebaran kepada kantor soal larangan operasional. Menurut mereka secara administrasi pihak Gojek belum menyiapkan semuanya. Itulah yang mau kami tanyakan juga ke kantor saat ini," tutur Masjali.

Pelanggan Gojek, menanggapi rencana Dinas Perhubungan Batam melarang ojek online ini beroperasi mulai 1 Juni 2017.

Ami salah seorang pelanggan mengaku, selama menggunakan layanan jasa Gojek ia bisa mengirit pengeluaran untuk transportasinya ke tempat kerja.

Sebelum ada gojek, setiap berangkat kerja dari Batam Centre menuju Batuampar sekali jalan, ia merogoh kocek Rp25 ribu. Jika pergi pulang (PP) maka Rp50 ribu. Pengeluaran ini jika ditotal dalam sebulan maka Rp1,5 juta.

“Setengah dari gaji saya habis untuk bayar ojek saja,” ujarnya, Rabu (31/5/2017).

Ami pun membandingkan pengeluarannya saat menggunakan Gojek. Untuk rute yang sama sekali jalan hanya Rp19 ribu. Jika menggunakan Gopay lebih murah yakni Rp12 ribu. Jika pulang pergi maka Rp24 ribu sehingga sebulan hanya Rp.720 ribu. “Secara bisnis, saya sebagai konsumen sangat diuntungkan,” ujarnya.
Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment