Gubernur Bengkulu dan Istrinya Tersandung Tipikor

Gubernur Bengkulu dan Istrinya Tersandung Tipikor


KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap lima pejabat di Pemerintah Provinsi Bengkulu dan pegawai swasta. Dua di antaranya diduga Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya, Lily Martiani Maddari. Bukan kali pertama ini pejabat di Provinsi Bengkulu tersandung kasus korupsi.

Sudah ada dua kasus korupsi sebelumnya yang menjerat dua Gubernur Bengkulu. Layaknya estafet, dua gubernur yang ditangkap dalam kasus korupsi adalah pergantian dari periode sebelumnya.

Pertama adalah Agusrin Maryono Najamuddin, yang memimpin Bengkulu pada periode 2005-2012. Agusrin dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana pajak bumi dan bangunan serta bea perolehan hak atas tanah bangunan pada tahun anggaran 2006.

Hampir selama tiga tahun menjabat, lagi-lagi Gubernur Bengkulu tersandung kasus korupsi. Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri menetapkan status tersangka terhadap Junaidi dalam kasus dugaan korupsi penerbitan SK pembayaran honor Tim Pembina RSUD M Yunus, Bengkulu.

Kasubdit I Dittipidkor Kombes Adi Deriyan Jayamarta mengatakan korupsi yang disangkakan kepada Junaidi terkait dengan penerbitan surat keputusan (SK) pembayaran honor Tim Pembina RSUD M Yunus, Bengkulu, pada 2011 yang nilai proyeknya mencapai Rp 5,4 miliar.

Sebelumnya tim KPK mengamankan Lili Madari bersama kontraktor sekitar pukul 09.00 WIB di rumah pribadinya di Kelurahan Sidomulyo. Usai ditangkap KPK Lili dan kotraktor diamankan ke Mapolda Bengkulu. Selang beberapa saat Ridwan Mukti ikut dibawa ke Mapolda Bengkulu.

Sekitar pukul 13.15 wib. Petugas membawa gubernur, istri dan kontraktor ke bandara Fatmawati untuk diterbangkan ke Jakarta.

Kasubdit Penmas Polda Bengkulu, Kompol Mulyono membenarkan diamankannya gubernur beserta istri dan kontraktor di Polda Bengkulu.

"Polisi hanya mengamankan sepenuhnya kewenangan KPK. Memang ada gubernur dan isteri," kata Mulyono.
Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment