Sri Mulyani Bahas RUU Ubah Uang Rp 1000 Jadi Rp 1 Tahun Ini

Sri Mulyani Bahas RUU Ubah Uang Rp 1000 Jadi Rp 1 Tahun Ini


Anggota Komisi XI DPR, Hendrawan Supratikno pernah mengatakan bahwa Rancangan Undang Undang (RUU) Penyederhanaan Nilai Nominal Uang Rupiah atau Redenominasi Rupiah tidak masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas 2017 di DPR.

Hendrawan punya beberapa alasan kenapa DPR tak membahas rencana pengubahan Rp 1.000 jadi Rp 1 ini di 2017. Pertama adalah situasi sosial dan politik Indonesia yang dinilai sedang bergejolak. Redenominasi disebut sangat sensitif dan anggota dewan belum menyetujui untuk membahasnya.

"Banyak isu dari fraksi partai yang menjadikan redenominasi dipandang sensitif," ujarnya ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (13/12).

Selain itu, redenominasi ditakutkan menimbulkan salah tafsir seperti program senering atau pemotongan nilai uang. Sebagaimana diketahui, sanering dilakukan suatu negara dalam kondisi ekonomi tidak stabil, misalnya situasi inflasi tinggi sehingga nilai mata uang dan daya beli merosot dengan cepat.

"Adanya kekhawatiran salah tafsir terjadi di masyarakat, yang nantinya dikira bahwa redenominasi sama seperti program senering."

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pemerintah siap menyampaikan atau mengusulkan RUU Redenominasi.

"Disampaikan dan dimasukkan dalam Baleg (Badan Legislasi)," kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Menurut Sri Mulyani, proses transisi kebijakan redenominasi yang akan memakan waktu lama harus ditopang dengan pondasi perekonomian yang harus terjaga dengan baik. Begitu pula dengan stabilitas neraca pembayaran, kebijakan fiskal, dan moneter. "Semua harus memiliki kualitas terjaga sehingga menimbulkan kepercayaan diri," ucapnya.

"Transisinya lama, kalau kita lihat pokoknya pondasi ekonominya harus terjaga dengan baik," tambah dia.

Saat ini, kata Sri Mulyani, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) telah kembali memiliki kredibilitas dan dianggap lebih realistis. Buktinya, lembaga pemeringkat utama telah memberikan investment grade pada Indonesia.

"Neraca pembayaran kita juga sudah mulai menunjukkan penguatan dari sisi neraca perdagangan dan current account dan capital account. Kalau policy kita tetap konsisten, kondisi ekonominya tetap terjaga, pasti akan bisa menuju ke hal yang positif," tukas dia.
Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment