Wali Kota Salatiga Semprot Gojek, Gojek Stop Rekrut Driver dan Janji Akan Lakukan Ini

Wali Kota Salatiga Semprot Gojek, Gojek Stop Rekrut Driver dan Janji Akan Lakukan Ini


Wali Kota Salatiga Yuliyanto marah-marah saat menerima manajemen salah satu ojek online,  Gojek, di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Diponegoro Nomor 1 Kota Salatiga, Jumat (28/7/2017) siang.

Public Relations Manager Gojek Indonesia Rindu Ragilia dan Vice President Gojek Regional Central Java Delly Nugraha, langsung kena semprot orang nomor satu di Salatiga ini begitu audiensi dimulai.

Tanpa berbasa-basi, Yuliyanto menegur rombongan pihak manajemen Gojek tersebut karena usaha transportasi berbasis online itu telah membuat ketidaknyamanan di Kota Salatiga. Yuliyanto menuduh kehadiran Gojek telah membuat kota berjuluk Indonesia Mini ini tidak kondusif.

Bahkan operasional Gojek di wilayahnya pun sebelumnya tanpa terlebih dahulu meminta izin dan berdiskusi dengan pihak terkait.

“Kami kecewa. Saat kondisinya sudah seperti ini, ada pro dan kontra, beberapa hari lalu ada aksi unjuk rasa ratusan awak angkutan kota (angkota), baru kalian datang menemui saya. Mereka para awak angkota dan transportasi publik lainnya pun sebelumnya tidak diajak bermusyawarah. Kenapa baru sekarang,” ucap Yuliyanto kepada pihak manajemen Gojek itu.

Secara tidak langsung, lanjutnya, apa yang telah dilakukan mereka seakan telah melupakan adat atau budaya timur.

“Ini adalah langkah yang saya nilai salah dan telah melupakan adat atau budaya timur. Tanpa melalui prosedur yang benar dan berlaku, tahu-tahu GoJek beroperasi di Salatiga. Ini justru yang akhirnya membuat iklim usaha transportasi di Salatiga tidak kondusif dan memunculkan keresahan serta tuntutan penghentian GoJek di Salatiga,” jelas Yuliyanto lebih lanjut.

Dengan munculnya permasalahan GoJek dengan usaha transportasi di Salatiga, Yuliyanto mengaku sengaja dibenturkan dengan masyarakat. Dan pelaku yang membenturkan adalah manajemen GoJek. Secara lantang menyatakan pihaknya tidak terima ketika kehadiran suatu usaha apapun justru memunculkan gejolak di masyarakat. Hal ini, justru membuat iklim yang sudah kondusif di Salatiga menjadi runyam.

“Terus terang kami mewakili manajemen GoJek mengaku salah dan meminta maaf atas munculnya permasalahan ini. Kami juga mengakui jika belum mengadakan musyawarah bersama dengan para awak angkota maupun usaha transportasi lainnya di Salatiga. Langkahnya yang dilakukan justru melakukan pendekatan dengan para pengemudi ojek pangkalan. Sekali lagi kami minta maaf,” kata Manager GoJek Indonesia, Rindu Ragilia.

Adapun untuk keputusan selanjutnya, Public Relations Manager Gojek Indonesia, Rindu Ragilia, akan mengikuti apa yang diperintah oleh Pemkot Salatiga.

Pihaknya pun akan menghentikan segala aktivitas terkait Gojek termasuk juga proses recruitment di Salatiga hingga adanya keputusan lanjutan dari pemerintah setempat.

"Dan di sela waktu itu, kami secepatnya bakal melakukan pendekatan, bermusyawarah dengan seluruh pihak terkait. Kami akan coba ajak duduk bersama untuk bersama-sama mencari solusi yang tepat tanpa ada pihak yang dirugikan. Apa yang menjadi arahan maupun masukan Wali Kota Salatiga, akan kami laksanakan," terangnya.

Seperti diketahui, Rabu (26/7/2017), awak angkutan umum dan ojek pangkalan di Salatiga menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menuntut pelarangan operasionalisasi Gojek di Salatiga.

Tidak hanya itu saja, sebelumnya di tempat lain yakni di  Purwokerto juga telah terjadi demo terkait dengan Gojek ini. Demo itu telah dilakukan oleh para pengemudi ojek pangkalan di jalan protokol hingga alun-alun.

Lalu ditempat yang terpisah juga telah tejradi ratuasan ojek pangkalan dari berbagai wilayah di Banyumas ini telah menggelar pawai dan unjuk rasa di sepanjang jalan protokol. Aksi ini pun juga beranjut hinga Pendapa Kabupaten dan kantor DPRD Banyumas.
Share on Google Plus

About cintia lau

0 comments:

Post a Comment